Jumat, 09 Mei 2014

Menulis, Sesuatu Yang Seakan Hilang Dari Kehidupan


"Yang membedakan antara Kartini dan gadis seusianya pada masa itu adalah bahwa Kartini MENULIS"
- Cak Lontong -

Kata-kata tersebut terdengar cukup bijak ketika pertama kali Cak Lontong mengatakannya dalam acara komedi di stasiun televisi swasta Indonesia. Menulis adalah kata yang cukup dikenal oleh orang Indonesia. Namun nyatanya, tidak hanya gadis seusia Kartini pada masa itu yang tidak menulis. Bahkan pada masa kini, menulis bukanlah budaya yang cukup populer di Indonesia.

Dari kata-kata Cak Lontong tersebut kita bisa mengambil sebuah pelajaran penting bahwa MENULIS adalah hal yang penting dalam kemajuan pendidikan dan karakter seseorang. Tentunya jika kita menulis maka kita membaca dan hal tersebut akan meningkatkan kemampuan diri kita untuk maju.

Di masa sekarang, kita lebih diajarkan tentang berbicara. Bukan tanpa bukti, telah banyak anak bangsa kita yang memenangkan kompetisi debat antar regional maupun internasional. Kadang kita cukup bangga dan mengapresiasi hal tersebut. Namun ironinya, kita hanya bisa bicara seperti halnya gadis-gadis selain Kartini pada masanya dulu. Tapi apakah kita sering menulis? Seberapa banyak kah antara menulis ketimbang berbicara?

Oke baik, untuk jelasnya saya akan menuliskan apa itu menulis dan manfaatnya bagi kita:

Menulis adalah meletakan atau mengatur simbol-simbol grafis yang menyatakan pemahaman suatu bahasa sedemikian rupa sehingga orang lain dapat membaca simbol-simbol grafis itu sebagai bagian penyajian satuan-satuan ekspresi bahasa (Lado: 1964). Menulis juga dapat dipandang sebagai upaya untuk merekam ucapan manusia menjadi bahasa baru, yaitu bahasa tulisan. Bahasa tulisan itu tidak lain adalah suatu jenis notasi bunyi, kesenyapan, tekanan nada, isyarat atau gerakan, dan ekspresi muka yang memindahkan arti dalam ucapan atau bicara manusia.Dalam proses pengajaran, menulis merupakan suatu proses yang kompleks yang merupakan keterampilan berbahasa yang meminta perhatian paling akhir di sekolah (M.E. Fowler, 1965). Pengajaran menulis di jenjang manapun pada hakikatnya merupakan pengajaran yang aktif produktif, yaitu menghasilkan (menghasilkan pesan), yang hasilnya nanti berupa tulisan (Zuchdi, 1996: 62). Pengajaran menulis ini dapat meningkatkan pengembangan kecerdasan siswa dalam berbagai aspek, mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas, serta menumbuhkan keberanian dan mendorong kemampuan mengumpulkan informasi (Graaves, 1978 Akhadiah, dkk., 1989).
(source: http://tipsmudahgoogle.blogspot.com/2013/04/pengajaran-menulis-menurut-para-ahli.html)

Nah, itu dia pengertian dari menulis dan manfaatnya menurut para ahli. Maka dari itulah, jadikan menulis menjadi budaya terpelajar. Jadikan menulis menjadi hobi agar kita menjadi seperti Kartini yang cerdas dan gak hanya membudayakan berbicara saja.

Mulailah menulis dengan menulis diary yang sekarang sudah mulai hilang. Menulis blog pun juga menjadi hal yang menarik apabila kita bosan menulis di diary. Menulislah dengan baik dan menginspirasi agar kalian menjadi diri yang lebih baik dan melanjutkan perjuangan Kartini dalam menghapus diskriminasi dan kebodohan. Laki-laki dan perempuan sama. Sama-sama harus belajar dan berbagi. Menciptakan inovasi yang lebih baik bagi kemajuan bangsa yang mulai mengalami kemerosotan akibat banyak bicara tanpa tujuan yang saat ini masih fana. Mari menulis demi kemajuan bangsa yang lebih baik :)